Ketika suara tak didengar dan segala upaya tak dianggap, maka demo kemudian dijadikan solusi untuk menuntut keadilan. Tapi, kadang cara ini juga tak seratus persen berhasil, malah bisa berbalik celaka bagi para penggiatnya. Bukan cuma cidera, tapi hilangnya nyawa. Salah satu contohnya adalah Patmi, seorang petani yang belakangan masyhur namanya sebagai pahlawan di tempatnya berasal.
Ya, Patmi diketahui meninggal beberapa waktu lalu pasca melakukan demo untuk menuntut keadilan. Kematian memang takdir, tapi mekanisme mati seperti ini sungguh memiriskan hati. Tatkala berjuang untuk menuntut hak, malah dipanggil lebih dulu. Tak hanya Patmi, masih banyak demonstran lain yang mengalami hal serupa. Siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut.
Patmi, Pendemo Pembangunan Pabrik Semen di Rembang
Warga Pati yang menyemen kakinya sebagai bentuk protes [image: source]Patmi adalah salah satu dari 55 warga Pati yang berangkat ke Jakarta. Setibanya pada 16 Maret lalu, ia pun menyemen kakinya di depan Istana Negara. Berharap pemerintah luluh dan mencabut izin yang telah diberikan kepada PT Semen Indonesia. Tak kunjung membuahkan hasil, pada 20 Maret Patmi dan beberapa orang diminta membongkar coran semen dan bersiap pulang. Aksi ini rencananya hanya dilanjutkan 9 orang. Sayangnya sekitar pukul 02.30 WIB keesokan harinya tiba-tiba Patmi kejang-kejang dan muntah. Ia pun berusaha dilarikan ke RS St. Carolus. Namun sebelum sampai di rumah sakit tujuan, warga desa Larang itu sudah bertemu ajalnya. Diduga, kejadian ini dipicu oleh serangan jantung.
Rasmanidar, Guru Honorer yang Protes Tak Lulus CPNS
Jenazah Rasmanidar di rumah duka [image: source]Guru honorer itu meninggal (25 Februari 2014) setelah mengikuti demo yang bertujuan untuk protes tak diluluskan sebagai CPNS. Dialah Rasmanidar, janda tiga anak yang ikut demo di Meulaboh, Aceh Barat. Perempuan yang bekerja sebagai guru di SMPN 3 Kaway XVI itu mengalami kelelahan hingga meninggal dunia. Ia adalah salah satu dari 100 honorer K2 yang gagal seleksi CPNS. Warga Desa Lapang Kecamatan Lohan Pahlawan itu meninggal saat sedang dilakukan perawatan oleh tim medis RSUD Cut Nyak Dhien.
Sartono Sembiring, Korban Erupsi Sinabung yang Menuntut Dana Relokasi
Demo di kantor Bupati [image: source]Sartono adalah satu dari 300 orang yang menjadi korban erupsi Gunung Sinabung. Pada 18 Januari 2016 lalu, Sartono (61 tahun) dan rekan senasibnya melakukan aksi protes ke Kantor Bupati Karo di Kota Kebanjahe. Mereka menuntut agar pencairan uang relokasi tahap II yang ditunda segera dicairkan. Karena pihak pemerintah belum bisa mencairkan dana, demonstran akhirnya marah dan terlibat aksi saling dorong dengan personel satpol PP. Kejadian itu menyebabkan Sartono terjatuh dan pingsan. Pria dari desa Gurukinayan itu akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ester Kabanjahe. Sayang saat sampai di rumah sakit, nyawanya tak tertolong lagi.
Syahrie, Meninggal Saat Demo 4 November 2016
Aksi Damai 4 November [image: source]Aksi demo 4 November 2016 lalu sempat menimbulkan ketegangan. Hal ini menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban bernama Syahrie Oemar Yunan, yang tidak kuat terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan. Hal ini dikonfirmasi anak Syahrie yang mendapat keterangan dari pihak rumah sakit. Meski begitu, ada pihak lain yang menyatakan Syahrie meninggal karena asma. Belum jelas pendapat mana yang benar. Yang jelas, Syahrie yang berusia 65 tahun itu sempat dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto sebelum akhirnya meninggal di rumah sakit itu. Menurut keluarga, Syahrie ikut aksi demo murni karena ingin membela agama Islam tanpa kepentingan politik.
Hathim, Pendemo Tolak Ahok sebagai Gubernur DKI
Demo FPI [image: source]Hathim adalah salah satu dari 21 anggota Front Pembela Islam (FPI) yang menjadi tahanan Polda Metro Jaya. Hal ini terkait tindak kekerasan melempari polisi dengan batu dan bambu saat aksi demo menuntut penolakan Gubernur DKI. Usai menjalani sidang pada Rabu 4 Maret 2015, Hathim sudah merasa lemas dan dirujuk ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati. Ternyata diketahui pria berusia 55 tahun tersebut mengalami komplikasi jantung dan diabetes. Setelah dirawat selama 2 hari, akhirnya warga Kampung Cirabat Desa Babatan Mulya itu meninggal pada tanggal 6 Maret 2015.
Kisah-kisah di atas jadi bukti tak terbantahkan tentang kuasa Tuhan akan kematian. Ya, ketika Dia menghendaki salah satu umatnya mati, maka itu akan terjadi sesuai dengan keinginanNya. Termasuk ketika sedang berdemo menuntut keadilan. Meskipun mati adalah takdir, tapi kita harus tetap menjaga diri dan kesehatan. Jika tubuh dirasa tak mampu untuk ikut demo, maka jangan sekali-kali dipaksakan.
FLORIDA - Buat sebagian orang hewan melata menakutkan atau menggelikan, apalagi jika ular. Banyak orang yang tidak berharap berhadapan dengan hewan tak berkaki ini. Namun peristiwa ini membuat syok perempuan pengemudi di Florida, Amerika Serikat, Monica Dorsett. Bagaimana tidak, saat menyetir tiba-tiba nongol ular dari lubang AC di dasbor mobilnya. Karena kaget dan panik, mobil yang dibawa Dorsett itu hampir saja menabrak. Ular merah itu keluar dari lubang AC yang berada di sebelah kiri setir lalu mendekat ke tangannya. Saat itu ia sedang berkendara di Venice pada 10 Maret 2017 siang. Karena panik, ia langsung membanting setir ke kanan melewati dua lajur. Untung saja tidak ada mobil yang melintas di belakangnya. Ia menghentikan kendaraannya di sebuah halaman parkir, membuka pintu, lalu keluar secepatnya. Menurut Dorsett, ia merupakan penggemar hewan peliharaan. Namun kemunculan hewan melata yang tiba-tiba itu sangat mengejutkannya. Beruntung, ul...
Sebel nggak sih kalau misal ada temen yang sukanya ngutang tapi nggak suka bayar? Sepertinya banyak dari kita yang punya pengalaman seperti ini ya. Rasanya pengen banget buat minta segera dikembalikan, tapi sungkan juga karena gimanapun dia itu teman kita. Tapi kalau nggak ditagih juga si dia nggak ada inisiatif buat balikin uang kita padahal sudah butuh banget nih. Kalau sampai sekarang kalian masih bergelut dengan masalah ini, sepertinya harus ada jurus-jurus baru yang digunakan agar uang segera kembali ya. Dan di bawah ini ada tujuh cara yang terbukti ampuh untuk menagih hutang tanpa harus merusak pertemanan. Sering-sering minta bayarin Minta bayarin [image source ] Ada dua jenis peminjam uang yang sering kita temui, pertama adalah mereka yang terang-terangan akan meminta dan mereka yang meminjam secara terselubung. Nah tipe kedua ini yang cukup berbahaya karena mereka suka berdalih meminta kita membayar pembeliannya dengan alasan tidak membawa uang. Cara ini juga sebe...
JAKARTA - Hujan es melanda sebagian wilayah Jabodetabek , Selasa (28/3/2017) sore ini. Butiran-butiran hujan es yang jatuh seperti diabadikan warga, ukurannya cukup besar. Fenomena apakah ini? Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, hujan es merupakan fenomena cuaca yang alami dan biasa terjadi. "Kejadian hujan lebat dan es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," kata Hary melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa sore. Hary menjelaskan, ada sejumlah indikasi yang menandakan akan terjadinya hujan es . Pertama, sehari sebelumnya udara pada malam hingga esok paginya terasa panas dan gerah. Tanda lainnya, sekitar pukul 10.00 WIB, akan nampak tumpukkan awan putih. Awan putih tersebut akan berubah secara cepat menjadi awan abu-abu atau hit...
Komentar
Posting Komentar